Realisasi Investasi Triwulan II – 2017 Meningkat 12,7%

0
395
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/TOGU

(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan kedua (periode April – Juni) tahun 2017 meningkat sebesar 12,7% atau sebesar Rp 170,9 triliun dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 151,6 triliun.

Dari jumlah tersebut, Kepala BKPM Thomas Lembong sampaikan realisasi investasi tersebut dapat menyerap 345 ribu tenaga kerja dan capaian realisasi investasi triwulan kedua tersebut memberikan harapan untuk dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2017 yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan tingginya angka realisasi investasi pada Triwulan II Tahun 2017, tidak terlepas dari dikeluarkannya berbagai paket kebijakan ekonomi, yang diharapkan implementasinya akan semakin dapat dirasakan oleh kalangan dunia usaha dalam rangka kemudahan, percepatan dan kepastian perizinan investasi, serta percepatan penyelesaian permasalahan investasi yang dihadapi oleh perusahaan.

Thomas sampaikan selama Triwulan II tahun 2017, realisasi PMDN sebesar Rp61,0 triliun, naik 16,9% dari Rp52,2 triliun pada periode yang sama tahun 2016 dan PMA sebesar Rp109,9 triliun, naik 10,6% dari Rp99,4 triliun pada periode yang sama tahun 2016, terangnya, Rabu (26/7).

Selain itu, Thomas juga menyampaikan tentang peningkatan sebaran investasi di luar Jawa. Menurut dia, sebaran investasi di luar Jawa semakin meningkat menjadi Rp79,7 triliun atau setara dengan 46,6% dari total investasi (dibanding Triwulan II tahun 2016 yang hanya sebesar 45,9%). Realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp91,2 triliun (53,4%).

BKPM mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: DKI Jakarta (Rp24,8 triliun, 14,5%); Jawa Barat (Rp24,8 triliun, 14,5%); Jawa Timur (Rp21,3 triliun, 12,5%); Banten (Rp 11,5 triliun, 6,7%) dan Sumatera Selatan (Rp10,6 triliun, 6,2%).

Sedangkan realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Pertambangan (Rp20,8 triliun, 12,2%); Listrik, Gas dan Air (Rp19,0 triliun, 11,1%); Industri Makanan (Rp18,9 triliun, 11,1%), Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp17,5 triliun, 10,2%); dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (Rp12,8 triliun, 7,5%).

Lima besar negara asal PMA adalah: Singapura (US$ 1,6 miliar, 19,5%); Jepang (US$ 1,4 miliar, 17,5%); RRT (US$ 1,3 miliar, 16,4%); Hongkong, RRT (US$ 0,6 miliar, 7,5%) dan Korea Selatan (US$ 0,5 miliar, 5,8 %.

Terkait penyerapan tenaga kerja, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menjelaskan, realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan II tahun 2017 mencapai 345.323 orang dengan rincian sebanyak 104.255 orang pada proyek PMDN dan sebanyak 241.068 orang pada proyek PMA.

Capaian realisasi penyerapan tenaga kerja ini merupakan tambahan tenaga kerja yang dapat diserap oleh kegiatan investasi yang terealisasi pada periode Triwulan II tahun 2017 ini. Angka capaian serapan tenaga kerja yang positif ini dapat mendorong upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, terang Azhar.

 

 

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here