Bela Negara Menjadi Hak dan Kewajiban Masyarakat Hadapi Munculnya Multidimensi

0
333
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Dengan berkembangnya multidimensi yang dapat menjadi ancaman terhadap kedaulatan bangsa dan negara seperti ancaman ideologi, politik, ekonomi sampai sosial budaya,  untuk mengantisipasi pemerintah mengambil sikap memantapkan program bela negara

Presiden Joko Widodo sampaikan bahwa bersama-sama dengan rakyat tidak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya sistematis untuk mengancam kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia.

Presiden tegaskan tidak akan membiarkan berbagai bentuk ancaman yang merongrong Pancasila sebagai dasar kita bernegara, terang Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada rapat terbatas tentang Pemantapan Program Bela Negara di Kantor Presiden, Rabu (26/7).

Untuk itu,  pemerintah membahas pemantapan program bela negara, yang bisa menghimpun energi kolektif bangsa untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman yang bersifat multidimensional.

Bela negara adalah tugas kita bersama, tanggung jawab kita semuanya sebagai warga negara, sebagai anak bangsa, dimanapun kita berada, apapun latar belakangnya, apapun pendidikannya, apapun agamanya, apa pun sukunya. Semuanya sesuai dengan amanah konstitusi, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk ikut dalam upaya bela negara, terang Presiden Jokowi.

Presiden meminta agar nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai nasionalisme dan jiwa patriot dalam membela bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman harus dipupuk sejak dini, sejak mulai dari anak-anak. Diajarkan bukan saja nilai-nilai etos kerja, nilai-nilai disiplin, nilai-nilai integritas, tapi juga nilai-nilai mencintai bangsanya, bangga dengan tanah airnya yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, terang Presiden Jokowi.

 

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here