Tahun Ini, Pemerintah Targetkan Bangun 111 Embung Baru Capai Ketahanan Air dan Kedaulatan Pangan

0
211
Ilustrasi embung. FOTO : BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Tahun 2017 ini, Kementerian PUPR menargetkan akan menyelesaikan pembangunan 111 embung baru, menambahkan 719 embung yang telah selesai pada periode tahun 2015-2016, sehingga sampai akhir tahun ini total embung baru mencapai 830 embung.

Upaya ini dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penyediaan sarana dan prasarana air demi ketahanan air dan kedaulatan pangan merupakan tugas mendukung program prioritas yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR.

Basuki sampaikan ada embung berukuran besar dan embung kecil merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau rembesan saat musim hujan dan dapat dimanfaatkan saat kekurangan air ketika musim kemarau. Volume embung maksimal 500 ribu meter kubik dengan kedalaman kurang dari 15 meter, terang Basuki beberapa waktu lalu.

Sebagai contoh pembangunan embung di Kediri, untuk mendukung ketahanan air di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Saat ini,
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tengah membangun dua embung baru dan merehabilitasi satu embung.

Disamping itu, Kepala BBWS Brantas Fauzi Idris mengatakan dua embung di Kabupaten Kediri yang saat ini sedang tahap pembangunan yakni embung Kalipang di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol dan Embung Ngrayut di Desa Rembang Kepuh, Kecamatan Ngadiluwih.

Embung Ngrayut yang pembangunannya dengan total anggaran mencapai Rp 1,9 miliar ini. telah dimulai sejak awal tahun 2017 dengan progres mencapai 70,7% dan ditargetkan selesai pada Juni 2017.

Dengan adanya embung Ngayut akan berfungsi sebagai konservasi sumber daya air  dengan luas tampungan sebesar 1.965 meter persegi dan volume kapasitas tampungan 4.028 meter kubik. Embung Ngrayut juga difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi dan perikanan, serta menjadi salah satu pilihan destinasi wisata lokal di wilayah tersebut.

Sedangkan pembangunan embung Kalipang yang juga dimulai awal 2017 dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar ini, memiliki progres konstruksi sebesar 8,7%. Untuk pembebasan lahan dan ijin penebangan tegakan, BBWS Brantas melakukan kordinasi dengan Perhutani yang saat ini sedang dalam proses izin ke Kementerian Kehutanan, terang Fauzi.

Embung Kalipang ini akan berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk 1.579 jiwa dengan kapasitas 1.097 liter per detik dan kebutuhan irigasi dengan debit 22,67 meter kubik per detik.

Embung dengan kapasitas tampungan total mencapai 14.258 meter kubik ini, utamanya difungsikan sebagai konservasi sumber daya air sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya. Selain itu embung ini diharapkan juga menjadi salah satu pilihan destinasi wisata lokal di wilayah tersebut.

Perlu diketahui bahwa beberapa embung yang dibangun tahun 2015-2016 lalu, memiliki volume cukup besar yaitu Embung Diponegoro di Jawa Tengah dengan luas tampungan 200.000 meter kubik, Embung Sumba di Sumba dengan luas tampungan 173.000 meter kubik  dan Embung Sarimulyo dengan daya tampung 82.600 meter kubik.

Ditambah lagi, embung Payung Sekaki di Riau dengan daya tampung 67.550 meter kubik, Embung Merongga dengan daya tampung 50.000 meter kubik dan Embung Anggatoa dengan daya tampung 40.000 meter kubik di Sulawesi Tenggara.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here