UEA Ingin Meningkatkan Investasi di Indonesia, Dengan Syarat?…

UEA Ingin Meningkatkan Investasi di Indonesia, Dengan Syarat?…

0 175
Presiden Joko Widodo menerima delegasi Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Faraj Al Mazroui di Istana Merdeka. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo menerima delegasi Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Faraj Al Mazroui di Istana Merdeka, Kamis (18/5). Kunjungan tersebut terkait rencana UEA akan menambah investasi di Indonesia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar menyampaikan bahwa saat ini investasi UEA kurang dari USD 2 Miliar Dollar AS dan memiliki potensi meningkat menjadi USD 5 Miliar, terang Arcandra.

Investasi UEA tersebut lebih banyak pada sektor energi khususnya di bidang hulu, bekerja sama dengan PT Pertamina. Selain itu, ada pula investasi pembangkit listrik tenaga surya yang akan bekerjasama dengan perusahaan listrik negara (PLN).

Pertemuan tersebut juga membahas kerja sama Dubai port dengan PT Pelindo 3 dan 1. Ada beberapa kendala tapi masalah ini akan secepatnya diselesaikan. Intinya hari ini kita selesaikan sehingga tawaran investasi bisa didatangkan, jelas Arcandra.

Dalam kerja sama ini, UEA mempunyai syarat untuk meningkatkan investasinya di Indonesia yaitu meminta ada investment guarantee atau perlindungan investasi. Salah satu bentuknya adalah mengenai kemungkinan Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan.

Mereka minta perlindungan investasi ditandatangani secepat mungkin karena itu pintu masuk lanjutkan kerjasama antara dua negara. Perlindungan investasi ini wajar baik antara Indonesia maupun dengan negara lain yang kami rasa kita perlu kerjasama, terang Arcandra.

Proteksi yang dimaksud mencakup tiga macam investasi atau kerjasama yaitu investasi atau kerjasama pertama berkaitan dengan sektor migas seperti pembelian migas secara langsung dari Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) kepada Pertamina, pengerjaan lapangan Ruby dan Blok Sebuku oleh Mubadala.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

NO COMMENTS

Leave a Reply