Sebagai Ikon Kota Solo, Pemerintah Bangun Pasar Klewer Menjadi Modern dan Aman

0
465
Presiden Joko Widodo meresmikan dibukanya kembali Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. FOTO : BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo, Jumat (21/4), meresmikan dibukanya kembali Pasar Klewer di Kota Solo.

Pasar yang dibangun ulang pasca terbakar pada penghujung tahun 2014 lalu ini, merupakan salah satu ikon kota Solo.

Presiden Joko Widodo sampaikan sekalipun Pasar Klewer merupakan pasar tradisional, tetapi dirinya ungkapkan bahwa keberadaan pasar tersebut tidak kalah dengan mal-mal besar yang ada.

Presiden ungkapkan bahwa Pasar Klewer harus menjadi pasar tradisional yang modern dan aman, pelanggan dan pembeli datang aman alias tertib, nyaman dan tetap bisa tawar menawar dengan pedagang karena ini ciri khas pasar Klewer, selain itu, ditambah lagi keramahan dari pedagang, kualitas produk yang dijual dan harga yang terjangkau, terang Presiden.

Pasar Klewer tidak hanya menjual produk-produk yang berasal dari Kota Solo saja. Produk dari sejumlah daerah lain turut dijajakan di dalamnya. Sebut saja Sragen, Karanganyar, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Tegal, Pekalongan, Jepara, dan Cirebon yang merupakan beberapa di antaranya, pasar yang menampung produk-produk rakyat untuk dipasarkan, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor, ungkap Presiden.

Untuk diketahui, 10% dana revitalisasi Pasar Klewer dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo yaitu sebesar Rp 16 miliar, sedangkan sisanya, dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Revitalisasi serupa yang dilakukan terhadap Pasar Klewer juga akan dilakukan di pasar-pasar tradisional lainnya. Tak hanya yang berada di Pulau Jawa, tapi juga pulau-pulau lainnya yang selama ini mungkin kurang mendapatkan perhatian seperti di Papua, Aceh, beberapa di Jawa Tengah.

Untuk itu, Presiden berpesan kepada para pedagang dan pengelola Pasar Klewer dari 1.713 kios dan pelataran yang dapat menampung lebih dari seribu pedagang, untuk dapat merawat dan menjaga kondisi pasar tersebut agar mampu bersaing dengan pasar-pasar modern dan membuat pengunjung terus merasa nyaman berbelanja di dalamnya.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here