Pembangunan Infrastruktur Jalan Trans Papua, Turut Menjaga Kelestarian Ekosistem

Pembangunan Infrastruktur Jalan Trans Papua, Turut Menjaga Kelestarian Ekosistem

0 112
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Jalan Tol. FOTO : BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah prioritaskan pembangunan infrastruktur di kawasan Timur Indonesia yaitu dengan menjadikan pembangunan Jalan Trans Papua menjadi program prioritas.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berdasarkan mandat dari Presiden Joko Widodo dari pembangunan tersebut akan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Papua, dengan memperlancar aksesibilitas jalan, mengatasi keterisolasian, serta menekan kemahalan harga di kawasan Pegunungan Tengah Papua yang memiliki tantangan tersendiri.

Pembangunan sebagian ruas jalan Trans Papua meliputi Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu sepanjang sekitar 284 kilometer tersebut melewati Taman Nasional (TN) Lorentz yang berstatus Situs Alam Warisan Dunia.

Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) Rezeki Peranginangin mengatakan bahwa pihaknya bersama Balitbang PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura melakukan sinergi dengan Balai TN Lorentz, untuk memastikan keutuhan dan keaslian nilai-nilai warisan alam di TN serta tidak merusak kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di TN Lorentz.

Beberapa isu lingkungan yang terjadi di TN Lorentz yaitu die back (kepunahan) hutan Nothofagus, surutnya permukaan air Danau Habbema, berkurangnya gambut di dataran tinggi dan sebagainya telah diakomodir di dalam Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) dan AMDAL hingga memperoleh izin lingkungan dari Gubernur Papua pada tanggal 22 Januari 2015.

Untuk mencegah surutnya permukaan air Danau Habbena, pihaknya akan membangun drainase menyeluruh sepanjang badan timbunan menggunakan geogrid komposit. Di sisi lain, Kepala Balai TN Lorentz A.G. Martana menjelaskan bahwa tidak ada korelasi antara pembangunan jalan dengan die back spesies tanaman endemik Papua yang berasal dari hutan purba ini.

Sejauh ini, pihaknya menduga isu punahnya Nothofagus disebabkan karena penyakit dan pemanasan global. Kementerian PUPR akan menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari PKPT, Puslitbang SDA, Puslitbang Jalan dan Jembatan untuk bersama-sama dengan Subdit Lingkungan dan Keselamatan Jalan, Direktorat Kawasan Konservasi KLH & K, LIPI, dan P3E Papua melakukan kajian lebih mendalam di lapangan untuk masalah kelestarian lingkungan TN Lorentz.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

NO COMMENTS

Leave a Reply