Bhinneka Tunggal Ika, Kunci Mengelola Keberagaman dan Melawan Intoleransi

Bhinneka Tunggal Ika, Kunci Mengelola Keberagaman dan Melawan Intoleransi

0 276
Presiden Joko Widodo dalam Keberagaman Indonesia dalam rangka Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 2017, Selasa 18 April 2017. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Setelah melakukan kunjungan ke beberapa negara di Asia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika, membuat Presiden Joko Widodo semakin menyadari bahwa banyak negara di dunia saat ini, termasuk negara-negara maju sedang gelisah.

Apa yang menyebabkannya? adalah perasaan aman yang terganggu, toleransi mereka yang terkoyak, terorisme, ekstremisme, radikalisme. Patut disyukuri bahwa ditengah-tengah negara-negara lain yang disebutkan tersebut, sedang mencari referensi nilai-nilai dalam mengelola keberagaman. Indonesia memiliki kodrat kebangsaan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, mengelola keberagaman, mengelola kemajemukan dan mengelola kebhinekaan.

Dalam peringatan Konferensi Asia – Afrika (KAA) Tahun 2017 di Istana Negara, Presiden sampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini, Indonesia mempunyai 1.340 suku, beragam ras dan bermacam agama, tetapi Indonesia tetap harmonis dan damai.

Untuk menghormati keberagaman itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh pemimpin dunia untuk terus menyuarakan penghormatan terhadap kemajemukan dan kepada seluruh Rakyat Indonesia.

Presiden Jokowi berpesan, jangan mudah tergoda oleh isu-isu SARA yang memperlemah bangsa dan negara “Jangan takut melawan tindakan-tindakan intoleransi, dan kekerasan atas nama apapun. Mari terus perkuat komitmen bersama kita dalam menjaga dan merawat kodrat kebangsaan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, terang Presiden, Selasa (18/4).

Saat ini, Indonesia tetap bisa membangun dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Dan di antara negara-negara anggota G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 di Triwulan II berada pada peringkat tiga besar di bawah Tiongkok dan India. Karena itu, kita, Indonesia menjadi referensi, jelas Presiden Jokowi.

Dahulu Indonesia menjadi salah satu inisiator solidaritas Asia Afrika, menjadi inspirator negara-negara terjajah untuk merdeka, lanjut Presiden, sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman suku, mengelola keberagaman agama, mengelola keberagaman ras, dan mengelola keberagaman antar golongan. Selain itu, politik luar negeri Indonesia secara konsisten juga terus menyuarakan perdamaian dunia.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

NO COMMENTS

Leave a Reply