Bank Sentral AS Naikkan Tingkat Suku Bunga

0
103

(Vibizmedia – International) Bank Sentral Amerika atau Federal Reserve telah menaikkan tingkat suku bunga hari Rabu (15/3), sementara kondisi ekonomi AS terus membaik di mana angka pengangguran terus turun dan tingkat inflasi hanya naik sedikit.

Para pejabat Bank Sentral telah memperdebatkan soal kebijakan tingkat suku bunga selama dua hari terakhir ini di Washington DC, dan sepakat untuk menaikkan tingkat suku bunga seperempat persen, menjadi antara 0.75 dan satu persen.

Ekonom Bank PNC, Gus Faucher mengatakan konsumen yang mendorong sebagian besar kegiatan ekonomi Amerika “berada dalam kondisi baik” dengan adanya peningkatan upah dan lapangan kerja.

Survei atas beberapa tokoh keuangan berpengaruh oleh Association of International Certified Professional Accountants baru-baru ini menunjukkan tingkat optimisme tentang ekonomi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Bank Sentral Amerika memangkas tingkat suku bunga ke titik terendah dalam sejarah ketika terjadi resesi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan dan mengatasi pengangguran. Tetapi membaiknya data ekonomi tampaknya telah mendorong para pakar ekonomi untuk memutuskan bahwa kebijakan itu sudah tidak diperlukan lagi.

Ini akan menjadi peningkatan kecil suku bunga kedua dalam beberapa bulan, dan para analis akan memperhatikan dengan seksama pernyataan-pernyataan Bank Sentral untuk mengetahui isyarat seberapa cepat dan seberapa jauh kenaikan suku bunga tahun ini.

Bank Sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan perekonomian dan mencegah kenaikan tajam inflasi yang bisa mengganggu pertumbuhan.

Tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan membuat pemegang kartu kredit di Amerika membayar tambahan bunga hingga 1,6 miliar tahun ini – demikian menurut  pakar-pakar di Wallethub.com.

Pakar di situs yang melacak penggunaan kartu kredit mengatakan biaya yang lebih besar, yang diperkirakan akan mencapai tingkat tertinggi pada akhir tahun ini, akan membuat semakin sulit untuk membayar tagihan kartu kredit.

Wallethub mengatakan sedikit sulit melacak seberapa besar sebenarnya dampak kenaikan tingkat suku bunga terhadap pinjaman rumah dan mobil, tetapi mereka mengatakan pengalaman baru-baru ini menunjukkan semuanya akan jadi lebih mahal.

Jika para pejabat mempertahankan tingkat suku bunga yang rendah terlalu lama, itu dapatmemicu lonjakan inflasi secara tiba-tiba yang bisa memaksa Bank Sentral menaikkan suku bunga tinggi dan cepat, yang akan merugikan perekonomian. Tingkat suku bunga dinaikkan untuk mengendalikan perekonomian dan mencegah inflasi.

Secara keseluruhan, Bank Sentral berupaya memandu perekonomian supaya bisa mencapai lapangan kerja yang penuh sementara menjaga kenaikan harga pada sekitar dua persen per tahun. (em)

Journalist : Mytri                                                                                                                                                      Editor      : Mark Sinambela                                                                                                                                Source      : voaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here