Rusaknya Terumbu Karang di Perairan Raja Ampat, Pemerintah Investigasi Kapal Asing

0
134
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Rusaknya salah satu terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tidak berdiam diri, dengan melakukan investigasi terhadap kapal pesiar Inggris.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di salah satu terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat cukup parah.

Sebelumnya kapal Caledonian Sky sepanjang 90 meter yang dimiliki oleh operator tur Noble Caledonia diketahui menabrak salah satu terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat pada 4 Maret 2017 lalu.

Kerusakan pada terumbu karang tersebut merupakan salah satu terumbu karang yang baik dan langka. Untuk itu, pemerintah melakukan investigasi dan Menko Kemaritiman sampaikan bahwa pihaknya meminta hasil investigasi terhadap kerusakan terumbu karang di Raja Ampat itu dalam satu dua hari ini, terang Luhut, Selasa (14/3).

Sampai dengan saat ini, identifikasi lapangan terus dilakukan oleh Kemenko Kemaritiman maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menaksir besarnya kerugian akibat kerusakan.

Luhut sampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui berapa, tetapi dirinya ungkapkan tidak mau seperti Montara itu yang lambat penyelesaiannya. Kita mau coba cepat, terang Luhut seraya menambahkan bahwa butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun lagi sampai terumbu karang bisa tumbuh lagi.

Disamping itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bahar menekankan bahwa fokus pemerintah adalah pada penggantian kerusakan lingkungan dan aspek hukumnya.

Lakukan langkah-langkah yang harus dilakukan menurut ketentuan Undang-Undangnya lingkungan saja. Jadi sekarang sedang dipetakan, ungkap Siti.

Sejak Sabtu (11/3) lalu, Menteri LHK mengemukakan tim investigasi sudah melakukan koordinasi dan turun ke lapangan. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan Kementerian Perhubungan untuk mengecek dari sisi hukum terutama terkait apakah kapal tersebut boleh dilepaskan, apakah kapal boleh masuk ke perairan dangkal, apakah kapal mempunyai instrumen untuk mengukur kedalaman air, serta apakah rambu-rambu di Raja Ampat sudah memadai bagi kapal.

Pemerintah akan tetap mengejar kapal tersebut dengan berpegang pada berita acara yang menyebutkan bahwa agensi kapal akan menyanggupi untuk memberikan ganti rugi.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here