Langkah Pemerintah, Ketika Rumah Tangga Miskin Lebih Memilih Belanja Rokok

Langkah Pemerintah, Ketika Rumah Tangga Miskin Lebih Memilih Belanja Rokok

0 132
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Bagi rumah tangga miskin, belanja rokok lebih dipilih dibandingkan belanja makanan bergizi, terang Presiden dalam pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (14/3).

Berdasarkan informasi yang diterima Presiden Joko Widodo, rokok menempati peringkat dua konsumsi rumah tangga miskin. Dana yang dikeluarkan untuk konsumsi produk tembakau, 3,2 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu, 4,2 kali dari pengeluaran untuk beli daging, 4,4 kali dari biaya pendidikan dan 3,3 kali lebih besar dari biaya kesehatan, terang Presiden.

Hal ini dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa yang akan datang, jelas Presiden Jokowi dalam rapat terbatas tentang masalah pertembakauan di Kantor Presiden.

Selain itu, konsumsi produk tembakau dengan jumlah yang tinggi juga menyebabkan tingginya biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh negara dan masyarakat.

Berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2015, lebih dari 50% biaya pengobatan dihabiskan untuk membiayai penderita penyakit tidak menular, yang salah satu faktor risikonya disebabkan oleh konsumsi rokok dan paparan asap rokok, ungkap Presiden.

Untuk itu, Presiden menyetujui mengenai perlunya juga diperhatikan kelangsungan hidup para petani tembakau yang hidupnya sangat bergantung pada industri hasil tembakau. Presiden Jokowi meminta laporan dari Menteri Pertanian mengenai langkah-langkah konkret yang telah dilakukan dalam peningkatan kesejahteraan petani tembakau dan upaya perbaikan.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

NO COMMENTS

Leave a Reply