Trump Tuntut Penyelidikan atas Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan Obama

0
119
Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon di Gedung Putih (foto: dok).

Masih hangat pemberitaan tentang Presiden Amerika Donald Trump yang menuduh pendahulunya, Barack Obama, menyadap komunikasi kantor-kantornya di Trump Tower di kota New York sebelum pemilihan presiden bulan November tahun 2016.

Dalam beberapa cuitan di akun Twitter-nya hari Sabtu (4/3), Trump menyebut penyadapan yang dituduhkannya itu seperti skandal politik “Watergate” yang akhirnya mengakibatkan peletakan jabatan mantan Presiden Amerika Richard Nixon pada tahun 1974.

Presiden Amerika Donald Trump hari Minggu (5/3) menuntut panel Kongres yang mengawasi intelijen menyelidiki apakah pemerintahan mantan Presiden Barack Obama menyalahgunakan kekuasaan investigasinya dalam minggu-minggu menjelang pemilu presiden bulan November lalu sebagai bagian dari penyelidikan mereka mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu.

“Laporan-laporan mengenai penyelidikan yang bermotif politik menjelang pemilu 2016 sangat memprihatinkan,” kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.

Tanpa bukti apapun, Trump dalam cuitannya di Twitter hari Sabtu (4/3) menuduh pemerintahan Obama menyadap teleponnya di markas Trump Tower di New York sebelum pemilihan Presiden bulan November lalu. Tuduhan Trump itu telah dibantah oleh seorang pembantu mantan presiden Obama sebagai “bohong belaka”.

Is it legal for a sitting President to be “wire tapping” a race for president prior to an election? Turned down by court earlier. A NEW LOW!

— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) March 4, 2017

How low has President Obama gone to tapp my phones during the very sacred election process. This is Nixon/Watergate. Bad (or sick) guy!

— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) March 4, 2017

Mantan Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper kepada jaringan televisi NBC “Meet the Press” hari Minggu mengatakan “tidak ada kegiatan penyadapan semacam itu terhadap presiden terpilih saat itu, atau kandidat atau kampanyenya”.

Clapper mengatakan tidak ada perintah pengadilan yang mengizinkan penyadapan menyasar Trump sebelum atau setelah pemilu. (em)

                                                                                                                                

Source: voaindonesia.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here