Selfie, Appreciation of the Millennial (Enin Supriyanto)

Selfie, Appreciation of the Millennial (Enin Supriyanto)

0 247

(Business Lounge Journal – Interview Session)

Ber-selfie di galeri atau museum memang masih menjadi pro dan kontra. Sebagian orang merasa maklum jika harus berada satu galeri dengan mereka yang sibuk ber-selfie, tetapi sebagian lainnya mungkin akan memilih untuk meninggalkan ruangan. Para penikmat seni pada umumnya meluangkan waktu pergi ke galeri memang untuk menikmati karya seni, tetapi tidak dengan para pencinta selfie.

Saya mungkin termasuk pada golongan yang akan merasa terganggu dengan para pencinta selfie. Akan sulit bagi saya dapat menikmati karya seni, sementara di sekitar saya para pengunjung muda akan berseliweran, bersenda gurau, saling meledek, sambil memainkan gadget mereka untuk mengabadikan aksi mereka yang tidak jarang terlihat ‘konyol’. Suasana galeri pun mendadak menjadi riuh rendah.

Dalam suatu perbincangan dengan pelukis RB. Ali saat pameran tunggalnya di Galeri Nasional, ia menceritakan bagaimana dalam sebuah pameran, ia dapat saja beberapa kali melakukan ‘retouch’ oleh karena ulah para pengunjung yang menyentuh, memegang, bahkan menyender pada karya seninya. Mengeluh? Tidak. Sebab mereka tahu bahwa kadangkala itu adalah sebuah bentuk penghargaan atas karya seni mereka. Dalam kesempatan itu, RB. Ali pun mengatakan bahwa kebanyakan pengunjung memang datang untuk dapat meng-capture keindahan seni bersama dengan diri mereka. Bahkan ada yang datang dengan gambar pada gadget yang diperoleh dari medsos rekannya dan langsung menanyakan lokasi lukisan tersebut untuk membuat gambar tandingan.

SELANJUTNYA

Ruth Berliana/VMN/BLJ

SIMILAR ARTICLES

0 162

0 8822

NO COMMENTS

Leave a Reply