(Vibizmedia – National) Tidak terasa, dua tahun telah berjalan. Setelah dilantik pada 20 Oktober 2014 dan dengan menyerukan “Kerja! Kerja! Kerja!,” kini pada tahunnya yang kedua pemerintahan Jokowi-JK telah memperlihatkan percepatan pembangunan yang baik.

Dalam program lima tahun pemerintahannya, Presiden Jokowi telah menetapkan masing-masing tahun menjadi upaya untuk melakukan pembenahan dan percepatan pembangunan. Di tahun pertama, Pemerintah Jokowi – JK telah melakukan perombakan dan meletakkan tiga kebijakan fundamental ekonomi. Kebijakan fundamental tersebut meliputi transformasi dari ekonomi berbasis konsumsi ke basis produksi; subsidi tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan; dan mendorong pembangunan yang lebih merata di luar Pulau Jawa.

Beranjak dari tiga kebijakan fundamental sebagai fondasi, maka tahun kedua Pemerintahan Jokowi-JK menjadi tahun percepatan pembangunan, lanjutan momentum pertumbuhan yang mulai terjadi sebagai impact pembangunan fondasi di tahun pertama.

infrastruktur kerja nyata

Dalam percepatan pembangunan tersebut, ada tiga pilar yang menjadi fokus kebijakan pemerintah, yaitu: percepatan infrastruktur, percepatan pembangunan manusia, dan percepatan kebijakan deregulasi ekonomi. Di dalamnya terdapat delapan hal yang mendorong percepatan yang signifikan di berbagai aspek, yaitu: diplomasi internasional, pariwisata, Kawasan Indonesia timur (Papua), reforma agraria, poros maritim, amnesti pajak, desa dan kawasan 3T, serta reformasi hukum.

Segi Politik

Salah satu fakta keberhasilan dari pada kepemimpinan Jokowi adalah berhasil meredakan ketidakstabilan politik.

Pada awal mulanya Jokowi terpilih sebagai presiden, sambutan dan ekspektasi terhadapnya luar biasa besar. Tetapi dinamika realita politik waktu itu dengan cepat mengempeskan balon ekspektasi ini. Tahun pertama pemerintahannya Jokowi harus berjuang menghadapi tekanan dan serangan dari lawan-lawan politiknya.

Pada awal pemerintahannya tahun 2014, Jokowi berjuang dengan sebagian kecil dari pendukungnya di parlemen dan menghadapi serangan dan ejekan hampir setiap hari dari anggota parlemen yang menganggap dia sebagai anak kemarin sore di dalam dunia politik.

Sekarang, Jokowi telah berhasil mendapatkan dukungan dari 69% anggota parlemen, hampir dua kali lipat dari tahun 2014 saat hanya memperoleh 38% dukungan. Kemajuan dalam memperoleh dukungan dari parlemen ini termasuk keberhasilan me-lobby partai politik-partai politik yang sebelumnya menjadi oposisi, termasuk Partai Golkar, partai politik kedua terbesar di Indonesia.

Hugo Brennan, analis Asia di Verisk Maplecroft sebagaimana yang dilansir oleh CNBC (18/10) mengatakan ”Memulai pemerintahnnya sebagai orang luar dari dunia politik, keberhasilan terbesar dari Jokowi adalah mengkonsolidasikan kekuasaannya pada tahun kedua pemerintahannya. Sekarang dia menguasai panggung politik dan dalam posisi yang kuat untuk mengimplementasikan agendanya selama tiga tahun yang akan datang.”

Setelah mendapatkan endorsement dari partai Golkar di bulan Juli 2016 untuk pemilihan presiden yang akan datang, spekulasi tinggi menanjak untuk Jokowi dapat kembali memenangkan pemilihan presiden untuk periode berikutnya di dalam Pemilu tahun 2019.

Achmad Sukarsono, analis mengenai Indonesia di Eurasia Group di London sebagaimana yang dilansir oleh CNBC (18/10) juga mengatakan, ”Itu adalah pencapaian yang besar dari seorang penjual furniture yang lima tahun yang lalu hanyalah seorang walikota dari kota skala menengah di Jawa Tengah”.

 

Segi Ekonomi

Dari segi ekonomi, keberhasilan Jokowi dalam dua tahun pemerintahannya adalah: mereformasi subsidi BBM, menelurkan kebijakan Tax Amnesty dan membangun infrastruktur.

Dalam tiga bulan pertama pemerintahannya, Jokowi, sekalipun melalui gelombang demonstrasi dan tekanan yang luarbiasa besar, berhasil melakukan reformasi terhadap sistem subsidi BBM yang telah membelenggu keuangan negara selama beberapa dekade ini. Jokowi berhasil memangkas anggaran subsidi 267 triliun rupiah, atau sekitar 12 persen dari budjet belanja pada tahun 2015, dan mengalokasikannya kepada pembangunan infrastruktur yang mendesak dibutuhkan.

Di bulan Juni tahun 2016, Jokowi mengajukan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) ke parlemen. Menurut Jokowi program perpajakan yang kontroversial ini bukan hanya untuk menambah penerimaan negara, melainkan untuk memperbaiki sistem perpajakan Indonesia dan memperluas basis pajak di dalam negeri.

Program yang dijadwalkan akan berjalan sampai bulan Maret 2017, sejauh ini –sampai dengan 19 Oktober 2016- telah berhasil mengumpulkan harta deklarasi sebanyak Rp 3.850 triliun, dan membawa masuk dana segar repartiasi dari luar negeri sebesar Rp 143 triliun, serta nilai tebusan Rp 93,7 triliun sebagai pendapatan atau sekitar 60 persen dari target pemerintah.

Capaian amnesti tertingi di dunia

Keberhasilan Jokowi dalam hal penerimaan pajak ini mendapat pujian dari sejumlah tokoh, termasuk dari pihak legislatif, Ketua DPR Ade Komarudin.

Sejak awal, Jokowi telah membuat infrastruktur menjadi program utama pemerintahannya. Salah satu keberhasilan utama dalam dua tahun pemerintahan ini adalah terus bertambahnya pembelanjaan di bidang infrastruktur dalam jumlah yang besar.

Setelah berjuang dan berhasil membangun proyek-proyek utama mulai berjalan, pada tahun ini Terminal Tiga dibuka di Soekarno-Hatta International Airport, serta mempercepat konstruksi pada sistem jaringan kereta api senilai USD1,3 miliar, atau sekitar Rp 17 triliun.

Proyek lain yang sedang dalam pembangunan termasuk jaringan jalan tol Trans Jawa, yang akan menyediakan jalan tanpa halangan di sepanjang pulau Jawa, serta kereta api super cepat senilai USD5,5 miliar, setara dengan Rp 71,5 triliun, yang akan menghubungkan ibukota ke provinsi Jawa Barat.

Revitalisasi dan Reformasi Hukum dari Hulu ke Hilir

Negara seyogyanya hadir untuk melindungi segenap komponen bangsa dan memberi rasa aman pada seluruh warga negara serta menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

Pemerintah Jokowi – JK melakukan upaya untuk pemulihan kepercayaan publik atas keadilan sosial dan kepastian hukum melalui penataan regulasi berkualitas, pembenahan kelembagaan penegakan hukum professional, dan pembangunan budaya hukum kuat di berbagai bidang seperti pelayanan publik, penyelesaian kasus, penataan regulasi, pembenahan manajemen perkara, penguatan SDM, penguatan kelembagaan dan pembangunan budaya hukum.

Paska ditandatanganinya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Aksi PPK) tahun 2015, indikator utama korupsi yang diukur melalui Corruption Perception Index (CPI) menunjukkan perbaikan, baik di segi peringkat maupun skor.

Peringkat dan skor Corruption Perception Index tahun 2015 berada pada peringkat 15 untuk regional. Sedangkan peringkat global berada pada urutan 88 dengan skor 36, yang meningkat dari posisi ke 107 di tahun 2014 untuk peringkat global.

Pada tahun ini, berdasarkan Inpres Nomor 10 tahun 2016 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi  (Aksi PPK) Tahun 2016 dan 2017, ada tujuh sektor yang diprioritaskan yaitu : Penerimaan Negara, Tata Niaga Pangan, Pengadaan Barang dan Jasa, Infrastruktur, Sumber Daya Alam/Industri Ekstraktif, sektor Swasta, dan Tata Kelola BUMN.

 

Percepatan Pembangunan Manusia

Selama dua tahun Pemerintahan Jokowi – JK, kualitas manusia Indonesia tercatat mengalami peningkatan yang nampak pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2015 sebesar 69,55 yang meningkat 0,75% dari angka IPM tahun 2014 sebesar 68,80.

Program pendidikan yang diprogramkan pemerintah menjadi pendorong meningkatnya IPM tersebut. IPM itu sendiri menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Selain dari IPM, beberapa indikator relevan lainnya yang juga mengalami peningkatan adalah: Indeks Kesehatan dari 77,30 pada tahun 2014 meningkat menjadi 78,12 pada tahun 2015; Indeks Pendidikan naik 0,82 dari 60,18 pada tahun 2014 menjadi 61,00 pada tahun 2015; dan peningkatan pada Indeks Standar Hidup Layak yang meningkat 0,75 dari 69,84 pada tahun 2014 menjadi 70,59 pada tahun 2015.

Kualitas manusia Indonesia meningkat

Dari bidang pendidikan, peningkatan akses pendidikan bersumber dari: pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemberian beasiswa, dan pembangunan atau rehabilitas sekolah dan ruang belajar.

Perbaikan kualitas ruang belajar melalui rehabilitas sekolah 11.633 ruang belajar, pendistribusian Kartu Indonesia Pintar mencapai 17.927.308 anak, pembangunan unit sekolah baru di wilayah dengan angka partisipasi pendidikan yang rendah mencapai 726 unit sekolah baru SD, SMP, SMA/SMK, SLB, serta membangun ruang kelas baru untuk meningkatkan daya tampung sekolah jenjang SD, SMP, SMA/K, SLB mencapai 14.223 ruang kelas baru.

Peningkatan 10 kali lipat pengiriman Guru Garis Depan (GGD) ke kawasan terluar, terdepan dan tertinggal (3 T).  Pengiriman GGD meningkat 10 kali lipat pada tahun 2016 menjadi 7.000 GGD dibanding 797 GGD di 2015. Sebanyak 7.000 GGD tersebar di 114 Sekolah Garis Depan (SGD) di 31 provinsi, 114 SGD menjadi contoh dan motor penggerak bagi sekolah di sekitarnya untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas di kawasan 3T.

Selain itu, dilakukan upaya memperluas pendidikan vokasi sebagai sarana link and match dunia pendidikan dan dunia kerja, serta menyiapkan kebutuhan konkrit tenaga kerja. Pendidikan vokasi diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan daya saing angkatan kerja muda dengan jumlahnya lebih dari 65 juta.

Program vokasi yang dilakukan adalah  pembangunan unit sekolah baru 213 sekolah, ruang kelas baru 5.438 ruang, gedung direhabilitasi 999 ruang, bantuan ruang labotarium/praktik 1.333 ruang, pembangunan perpustakaan 363 ruang, pengembangan SMK Kemaritiman 40 sekolah, pengembangan SMK Pariwisata 60 sekolah, pengembangan SMK Pertanian 32 sekolah, pengembangan SMK di Papua dan Daerah Garis Depan 42 sekolah, bantuan Peralatan Praktik 934 sekolah

Tindak lanjut kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jerman baru-baru ini menghasilkan pengiriman 30 orang baru SMK untuk training ke Jerman, mendatangkan 10 orang senior expert Jerman ke SMK dengan hasil adanya pilot project pendidikan vokasi terintegrasi yang terdiri dari SMK khusus, SMA LB di Batam, Solo, Malang, Mataram, Makassar, Sidorjo, Tuban, Semarang, Jayapura, Metro dan Cikarang Barat. Diselenggarakan juga program keahlian ganda terhadap 15.000 guru sehingga dapat menghasilkan guru adaptif yang menjadi guru produktif.

 

Segi Kesehatan

Terjadinya penurunan yang sangat signifikan pada angka kematian ibu dan angka kematian bayi dan balita yang mengalami stunting atau kurang gizi kronis. Angka absolut kematian ibu turun dari 5.019 orang tahun 2013 menjadi 4.809 orang pada 2015. Angka absolut kematian bayi turun dari 23.703 anak tahun 2013 menjadi 22.267 anak pada tahun 2015. Angka balita mengalami stunting (kurang gizi) terjadi penurunan, dari 37,2% tahun 2013 menjadi 29,6% tahun 2015.

Sampai dengan akhir tahun 2016, pemerintah akan membagi sebesar 4.952,2 ton makanan tambahan untuk 550.248 ibu hamil yang mengalami kekurangan nutrisi kronis.

Tahun 2016, jumlah penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan fasilitas kesehatan yang melayani serta membayar iuran bagi penduduk termiskin terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sampai dengan 16 Oktober 2016, penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta BPJS telah mencapai 169.574.010 orang peserta.

Sedangkan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kartu Indonesia Sehat telah mencapai sebanyak 91.166.408 orang yang didukung oleh 25.654 fasilitas kesehatan yang melayani KIS yang terdiri dari 20.663 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 2.028 fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL), 2.009 apotek dan 953 optik.

Melalui kerja nyata, bangsa Indonesia diyakini bisa bertumbuh menjadi negara maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya, sejalan dengan yang telah dirumuskan dalam nawacita dengan ciri utama, di antaranya: negara hadir, membangun dari pinggiran dan revolusi mental. Kerja! Kerja! Kerja!

Journalist & Photo: Mark Sinambela// Vibizmedia.com                                                                                             Sumber: kerjanyata.id

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here