Sensus Ekonomi 2016, Menjadi Potret Perekonomian Indonesia Secara Komprehensif

0
7345
Pencanangan Sensus Ekonomi 2016 dan Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Ekonomi 2016 di Istana Negara. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Guna mendapatkan potret perekonomian Indonesia secara komprehensif terhadap seluruh sektor usaha. Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar sensus ekonomi 2016 yang akan dilakukan selama sebulan penuh sejak 1 – 31 Mei 2016.

Untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2016 tersebut, BPS mengelontorkan dana hingga mencapai Rp 2,4 triliun yang sebagian besarnya untuk membayar upah 340 ribu petugas lapangan dengan upah maksimal sebesar Rp 3 juta per bulan.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan bahwa data Sensus Ekonomi 2016 bisa menggambarkan potensi ekonomi Indonesia dan sangat pas dengan program pemerintah yang sedang mendorong peningkatan usaha kecil, menengah dan besar.

Selain itu, sensus ini juga berguna untuk penyediaan kebutuhan informasi usaha untuk daya saing bisnis di Indonesia dan akan menyisir seluruh lapisan masyarakat. Data yang akurat, detail dan berkualitas menjadi kebutuhan pemerintah saat ini.

Beberapa hari lalu, tepatnya Selasa (26/4),  Presiden Joko Widodo turut mencanangkan akan program sensus ekonomi 2016 tersebut, dengan pesan agar masyarakat tidak takut saat didatangi petugas dan kejujuran data karena memiliki peran besar untuk pengambilan keputusan serta kebijakan apa yang akan diambil oleh pemerintah.

Yang menjadi fokus hasil yang didapat adalah potret akurat dari wilayah yang kecil dari kota sampai kabupaten.

Beberapa metode yang dilakukan BPS dalam melakukan pendataan adalah sebagai berikut :

  1. Metode listing usaha/Perusahaan:

Pencacahan dilakukan di seluruh wilayah NKRI, mencakup seluruh usaha ekonomi.

2. Metode Pendataan Karakteristik Usaha Mikro

           Pencacahan dilakukan secara sampel berdasarkan frame hasil listing SE2016

      3. Metode Pendataan karakteristik Usaha Menenengah Besar

          Dilakukan secara sensus untuk Seluruh usaha/perusahaan dengan skala usaha menengah dan besar


Sedangkan cakupan dalam Sensus Ekonomi 2016, meliputi :

Seluruh usaha/perusahaan non pertanian

  • Di lokasi tetap/permanen (mall, kantor, pasar, dll)
  • Di lokasi tidak tetap (kaki lima, pasar kaget, dll)
  • Usaha keliling
  • Di rumah tangga (warung)

Pelaku usaha:

  • Pemerintah (sekolah, rumah sakit)
  • Lembaga nonprofit (tempat ibadah, organisasi sosial)
  • Korporasi (perusahaan, restoran, supermarket, hotel)
  • Di rumah tangga (online, sektor nonformal)

Beberapa sektor yang akan didata dalam Sensus Ekonomi 2016, terdiri dari :

  • Pertambangan dan penggalian
  • Industri Pengolahan
  • Pengadaan Listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin
  • Pengadaan Air, pengelolaan sampah dan daur ulang, pembuanagn dan pembersihan limbah dan sampah
  • Konstruksi
  • Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil motor
  • Transportasi dan pergudangan
  • Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum
  • Informasi dan komunikasi
  • Jasa keuangan dan asuransi
  • Real estate
  • Jasa profesional, ilmiah dan teknis
  • Jasa persewaan, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya
  • Jasa pendidikan
  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
  • Kebudayaan, hiburan, dan rekreasi
  • Kegiatan jasa lainnya
  • Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
  • Kegiatan badan dan organisasi internasional

Output yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2016 adalah :

  • Pemetaan potensi (level) ekonomi menurut wilayah, jenis dan pelaku usaha
  • Benchmarking PDB/PDRB, ketenagakerjaan, dan lain-lain
  • Tersedianya sampling frame untuk berbagai kegiatan survei bidang ekonomi (Survei Harga, Survei Produksi, Survei Distribusi, Survei Jasa, Survei Khusu/adhoc, dsb)
  • Terbangunnya basis data dan benchmark Updating Integrated Business Register (IBR)
  • Karakteristik usaha menurut skala usaha
  • Karakteristik usaha (unik): franchise, e-commerce/online business, multilevel marketing, dll.
  • Pemetaan daya saing bisnis menurut wilayah
  • Tinjauan prospek bisnis dan perencanaan investasi di Indonesia

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here