Strong Leadership: Melakukan Apa yang Diyakini

Strong Leadership: Melakukan Apa yang Diyakini

0 554

(Business Lounge Journal – Human Resources) Kepemimpinan yang kuat memerlukan tindakan nyata seorang pemimpin dalam kegiatan sehari-hari. Seluruh perubahan dalam organisasi, derajatnya tergantung seorang role model. Siapakah yang memegang peranan ini? Adalah seorang pemimpin, gelora sebuah organisasi ditentukan oleh action dari seorang pemimpin. Organisasi mengalami kekacauan apabila pemimpin memiliki tindakan yang berbeda dengan apa yang diyakini. Bila organisasi melihat seorang pemimpin tidak melakukan apa yang diyakininya, maka akan melemahkan komitmen yang sudah ditetapkan, dan tidak melakukan apa yang terbaik yang bisa dilakukan. Sulit untuk meminta divisi yang dipimpin untuk hadir tepat waktu, bila seorang pemimpin sendiri selalu terlambat. Sulit untuk meminta tidak menggunakan media sosial pada jam kerja, bila seorang pemimpin menghabiskan waktu di media sosial. Kalau pemimpin yang kurang tersenyum tidak mudah meminta seluruh karyawan banyak tersenyum. Tuntutan berpakaian rapi akan sia-sia bila pemimpin memang terbiasa tidak rapi. Semangat organisasi akan luntur saat seorang pemimpin tampil dengan lesu sehari-harinya. Pengaruh kepemimpinan tidak akan ada saat tidak ada bukti bahwa pemimpin melalukan apa yang dia yakini.

Read More

Fadjar Ari Dewanto/VMN/BD/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

NO COMMENTS

Leave a Reply