Pemerintah Kembali Bangkitkan Industri Perikanan Di Papua

0
8413

(Vibizmedia – Nasional) Propinsi Papua, wilayah paling timur Indonesia memiliki luas territorial mencapai 45.510 Km2, mengandung berbagai biota laut yang sangat kaya dengan potensi sumberdaya perikanan laut sebesar 1.524.800 ton/tahun dan perikanan darat sebesar 268.100 ton/tahun, belum termasuk potensi lahan untuk pengembangan budidaya laut dan tambak sebesar 1.663.200 Ha.

Dengan peluang yang sangat luas dan besar, pemerintah Provinsi Papua menjadikan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu sektor unggulan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi kendala yang dialami saat ini, masyarakat Papua belum dapat merasakan kekayaan alam yang mereka miliki.

Oleh karena itu masyarakat Papua meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk dapat meningkatkan perikanan yang bernilai ekonomis tinggi diantaranya Arwana di Merauke, Udang Cherax di Jayawijaya, Rainhow Fish, Bambit, Iriatherina, Kaca yang terdapat di perairan umum di kabupaten atau kota provinsi Papua dan industri pengalengan ikan di Biak yang sudah tidak aktif selama 15 tahun.

Pemerintah melalui menteri perindustrian Saleh Husin akan kembali mengembangkan industri pengolahan ikan yang memerlukan tenaga kerja dan nelayan yang terampil, sehingga dapat menghasilkan ikan segar dan olahan yang baik. Diperlukan bantuan alat dan infrastruktur listrik untuk mesin pendingin sehingga ikan tangkapan dapat bertahan lebih lama.

Selain perikanan juga pertanian yang perlu menjadi perhatian khususnya dalam pengembangan ubi jalar yang akan di produksi menjadi tepung. Untuk mengelola lahan seluas 5-7 hektar diperlukan investasi sebesar Rp 5 miliar.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela
Pic           : Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here