Perlindungan Kekayaan Laut Indonesia

0
321

Hari ini, Selasa (9/12) media-media memberitakan tentang tertangkapnya 22 kapal ikan besar dari Tiongkok masing-masing berbobot 300 gros yang ditangkap di Laut Arafura dan dua kapal berbendera Papua Niugini yang berawak Thailand di sekitar perairan Maluku. Kapal-kapal ini tidak memiliki surat izin penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Kejadian ini mengingatkan saya tentang pengalaman di distrik Mimika Barat daerah Kokonao. Kokonao terletak di muara sungai yang mengalir ke laut Arafura. Kokonao merupakan daerah yang kaya dengan ikannya, saya teringat disana saya mendapati ikan kakap Baramundi berbobot 5 kilogram dijual dengan harga Rp. 50 ribu. Harga ikan ini jauh dibawah harga ikan di Jakarta yang mencapai Rp 75 ribu satu kilogram.

Kekayaan ikan Indonesia yang luar biasa berlimpah, menggiurkan nelayan-nelayan asing untuk masuk perairan Indonesia dan menangkap ikan. Di Kokonao saat itu, saya menyaksikan sendiri di perairan lautan Arafura kapal asing sedang melakukan penangkapan dengan bebasnya, dan menurut penuturan penduduk disana, kejadian itu adalah hal yang biasa.

Read more

 

fad2

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah (Lepmida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here