Penantian Jawaban Kebutuhan Infrastruktur Indonesia

0
356

Perjalanan saya ke Jayapura Papua memperlihatkan progress pembangunan infrasruktur yang terasa lambat, perbaikan jalan dari bandara Sentani menuju kota Jayapura masih terlihat belum selesai dan tidak kelihatan pengerjaan lanjutan. Begitu juga jalan pintas dari pantai Hamadi menuju ke jalan utama Abepura melalui tepi laut yang dapat terlihat dari skyline masih belum selesai dilakukan. Infrastruktur masih menjadi kebutuhan yang utama untuk menembus kelambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur. Penuturan penduduk kabupaten Maluku Barat Daya tentang pemadaman listrik selama jam 2 siang hingga sore hari juga menggambarkan kenyataan sebagian Indonesia yang masih membutuhkan infrastruktur untuk penyediaan listrik.

APBN 2015 mengalokasikan Rp 169 triliun untuk anggaran infrastruktur Indonesia, angka tersebut menurun dibandingkan dengan APBN 2014 yang mengalokasikan Rp 206 triliun untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada tahun lalu  Rp 9.084 triliun, nilainya lebih kecil dari 2 persen yang sangat tidak ideal untuk mendorong Indonesia menuju negara maju.

Presiden  Grup Bank Dunia Jim Yong Kim menyatakan pemilik dana di emerging country seperti Indonesia masih sangat kecil mengalokasikan dananya untuk pembangunan infrastruktur. Ia mencontohkan dari dana asuransi, dana pensiun, dana-dana yang lain yang secara total di dunia bisa berjumlah 80 triliun dollar Amerika, namun masih kurang dari 1 persen yang dialokasikan kepada pembangunan infrastruktur. Pertimbangan keuntungan  infrastrukur yang bersifat jangka panjang mungkin merupakan faktor penyebab mengapa investasi di bidang infrastruktur menjadi kecil.

Read more

 

 

 

fad2

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah (Lepmida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here