Kajian Keputusan Investasi di Jayapura

0
419

Jayapura ibukota Provinsi Papua merupakan kota yang setiap tahun saya kunjungi, kota ini merupakan kebanggaan banyak orang Papua. Tidak banyak orang mungkin yang memiliki kesempatan seperti saya setiap tahun berkunjung ke kota ini, sehingga pengamatan pertumbuhannya merupakan informasi yang bisa berguna untuk kajian keputusan investasi di Jayapura.

Saya tiba di Jayapura pada pagi hari, cuaca hujan menyapa saya pada pagi itu membuat seluruh bandara basah dan sebagian tergenang air. Bandara Sentani yang merupakan bandara untuk masuk Jayapura menyapa dengan bukit yang diselimuti hutan lebat yang berwarna hijau dipadu dengan kabut yang mendesak diantara pepohonan. Buat saya pemandangan ini menakjubkan dibandingkan dengan hutan gedung tinggi di Jakarta.

Bandara Sentani setahun yang lalu masih berbenah untuk memiliki bandara yang baru, namun saat saya tiba  September 2014 ini, Jayapura sudah memiliki bandara yang tertata lebih apik, dan memadai untuk kesibukan bandara yang terbilang aktif ini. Saya berjalan menyusuri bandara dengan senang, karena perubahan sudah terasa disini, saya menebarkan pandangan ke sekeliling bandara, memang jauh lebih baik dari bandara sebelumnya, meski kelas bandara belum setara Bandar udara Hasanudin Makassar misalnya. Yang menyedihkan hati saya saat melihat sudah ada beberapa bagian yang terkelupas, dan sudah ada yang akan ambruk, seperti menjadi stigma bahwa kualitas pembangunan di Papua ini cenderung berkualitas rendah dan mudah rusak.

Read more

 

fad2

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah (Lepmida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here